Misteri Air Terjun Sedudo vs Gunung Bromo

Misteri Air Terjun Sedudo merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Air terjun yang berada di kaki Gunung Wilis ini, berada pada ketinggian sekitar 1.438 m dpl dengan ketinggian 105 meter. Dengan fasilitas yang cukup memadahi didukung akses yang mudah menjadikan Air Terjun Sedudo tak pernah sepi pengunjung.

Misteri air terjun sedudo

Selain fasilitas dan akses, pemandangan dan suasana yang sejuk juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong untuk menikmati keindahan Air Terjun Sedudo. Di balik kesan asri, dan sejuk khas pegunungan, ternyata Air Terjun Sedudo menyimpan berbagai cerita misteri yang menyatu dengan kebudayaan dan kepercayaan masyarakat setempat, sehingga Air Terjun Sedudo lebih di kenal dengan mitos yang dimilikinya seperti kisah mistis gunung bromo.

Misteri Air Terjun Sedudo diawali dari cerita sejarah

Sejarah yang menyertai popularitasnya yang hingga banyak pejabat negara yang mempercayainya. Dikisahkan terdapat keluarga seorang Begawan yang hidup bersama dengan isteri dan adik iparnya. Keluarga tersebut dikenal warga karena kebaikan, dan ilmunya. Tidak sedikit warga yang datang hanya sekedar meminta nasihat. Hingga suatu hari Barata, yang merupakan adik ipar Begawan melakukan berbagai tindakan tercela yang berujung pada pengusiran Barata oleh Begawan.

Melihat hal tersebut Dewi Sri, sang isteri merasa sedih karena Barata yang merupakan adik yang disayanginya harus diusir. Meskipun telah memohon belas kasihan kepada Begawan, namun tetap saja permintaan maaf tidak diberikan dan menilai semua menjadi pelajaran hidup yang perlu fiberikan kepada Barata.

Merasa bingung dan lebih mengasihani adiknya, akhirnya Dewi Sri meninggalkan suaminya dan pergi mengembara mencari adik yang di sayanginya. Akhirnya Begawan tinggal sendiri sebagai seorang duda. Tidak ingin terus berfikir akan kejadian yang menimpanya, Beagawan lebih memilih untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran. Begawan yang kini hidup sendiri berniat meminta petunjuk Tuhan dengan bertapa di bawah bawah air terjun untuk selamanya.

Tidak jarang warga masih menemuinya untuk meminta nasihat dan petuahnya, namun anehnya warga yang menemuinya merasa bahwa Begawan tidak menua dan awet muda khususnya pada bulan Suro. Sejak saat itu banyak yang datang ke tempat di mana Begawan bertapa untuk mendapat berkah dan awet muda, dan saat itu pula ait terjun tersebut diberi nama Air Terjun Sedudo.
Dalam Bahasa Jawa sedudo, berarti duda diambil dari kata dudo. Hingga saat ini tradisi mandi di Air Terjun Sedudo menjadi tradisi dan ritual siraman oleh masyarakat Nganjuk yang dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Nganjuk.

Warga dari berbagai daerah akan mendatangi tempat ini dan bertambah khususnya pada bulan suro untuk meminta berkah, awet muda, naik jabatan, dan berbagai niat lainnya. Selain sejarah mulanya, Air Terjun Sedudo yang merupakan objek wisata utama Ngaliyan yang perlu didukung eksistensinya sebagai wisata ritual dan budaya yang mampu memberikan penghidupan warga sekitarnya.