Upacara Yadnya Kasada Bromo, Wisata Budaya Yang Sarat Makna

Upacara yadnya Kasada Bromo

Ingin tour Bromo bersama teman-teman? Jika iya, pertengah bulan Agustus adalah waktu yang paling sesuai karena pada waktu-waktu ini akan diadakan upacara kasada. Upacara yadnya kasada bromo adalah upacara keagamaan Hindu yang dilakuakn pada tanggal 14 bulan Kasada (kalender Hindu).

Upacara yadnya kasada bromo ini dilakukan di sekitaran kawah Bromo dan dipimpin oleh tetua Suku Tengger. Masyarakat Suku Tengger yang mengikuti upacara akan berjalan beriring-iringan sambil memanggul sesaji sebagai persembahan untuk Sang Hyang Widhi

Pelaksaan upacara yadnya Kasada bromo ini menjadi daya tarik sendiri bagi pecinta tour Bromo. Jadi, saat upacara kasada berlangsung , jumlah wisatawan akan membludak. Lautan pasir Bromo yag menjadi tempat dimulainya ritual akan dipenuhi dengan manusia yang kebanyakan memakai setelan baju putih. Mereka akan berkumpul dan menunggu hingga tengah malam. Ketika tengah malam tiba , secara bersama-sama mereka akan naik menuju kawah Bromo.

Sesajen yang dibawa untuk sesambahan bukanlah sesaji biasa. Sesajen harus disiapkan beberapa hari sebelumya dan dirapal mantra terlebih dahulu oleh dukun atau tabib. Dukun dan tabib yang berhak merapal mantra hanyalah dukun atau tabib yang dinyatakan lulus tes mantra oleh tetua desa. Adapaun sesai yang dibawa  pada upacara ini adalah hasil bumi, hasil ternak dan uang yang telah dikumpulkan selama satu tahun.

Saat puncak upacara yadnya kasada bromo, sesaji akan dilempar kekawah. Sesaji ini bukan dibuang sia-sia, melainkan sudah ada yang menunggu dibawah kawah, yaitu masyarakat miskin kedalaman tengger. Masyarakat miskin pedalaman tengger sengaja menantikan acara ini, bahkan sebagian dari mereka sudah bersiap jauh-jauh hari dan mendirikan tempat tinggal sementara di sekitar kawah Bromo. Mereka berharap berkah dengan berebut buah-buahan, sayuran dan uang yang dilempar ke kawah Bromo. Ini adalah contoh dari sifat suka berbagi dan menolong untuk sesama.

Konon katanya, upacara yadnya kasada bromo dimulai ketika anak bungsu nenek moyang Suku Tengger (Roro Anteng dan Joko Seger) dikorbankan ke kawah Bromo.  Saat itu, Roro Anteng dan Joko Seger sudah lama tak dikaruniai anak, mereka lantas besemedi dan meminta pada petunjuk pada penguasa alam.

Keduanya kemudian mendapat petunjuk bahwa mereka akan dikaruniai keturunan yang banyak dengan syarat anak bungsunya harus dikorbankan ke kawah Bromo. Untuk menghargai jasa anak bungsu Roro Anteng inilah, ritual kasada dilakukan tiap tahunnya.

Masyarakat tengger sendiri percaya bahwa barang siapa yang tak ikut melestarikan budaya kasada akan mendapat alasan yang setimpal dari Sang Hyang Widhi. Namun, barang siapa yang dengan ikhlas ikut menyumbangkan harta bendanya untuk dilarung maka ia akan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Kepercayaan ini terus berkembang terutama bagi penganut ajaran Hindu lama.

Nah, bagi Anda yang ingin melakukan tour Bromo sambil melihat ritual kasada dari dekat, ada baiknya jika Anda datang jauh-jauh hari untuk menghindari kemacetan. Pastikan pula untuk memakai pakaian yang sopan karena ritual ini sangat syarat akan budaya dan religius.

Leave a Comment