Wisata alam Gunung Semeru dan Legendanya

Wisata alam Gunung Semeru dan Legendanya

Gunung Semeru merupakan sebuah kawasan yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Wisata alam Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Wisata alam Gunung Semeru yang puncaknya bernama Mahameru begitu populer dan terkenal pada kalangan pendaki. Seolah wisata alam Gunung Semeru ini menjadi sebuah magnet yang dengan daya tariknya secara langsung dapat terus menerus menarik perhatian pendaki untuk menyambutnya dan menaklukkan ketinggian Wisata alam Gunung Semeru tersebut.

Tempat wisata sekaligus medan pendakian ini juga kaya dengan vegetasi sekaligus menjadi habitat untuk beragam fauna. Di sepanjang perjalanan selama mendaki, anda dapat menemukan bunga khas Gunung Semeru yakni bunga edelweiss serta bunga anggrek endemik Semeru.

Gunung Semeru dianggap sebagai Bapak Gunung serta tempat untuk bersemayamnya Dewa Shiwa oleh masyarakat Hindu di Bali. Oleh karenanya, hal ini menjadi penyebab diadakannya upacara sesaji dengan tujuan sebagai penghormatan kepada Dewa Shiwa serta permohonan doa keselamatan dan keberkahan untuk masyarakat.

Legenda Gunung Semeru

Dalam ajaran Hindu, Gunung Semeru menjadi sebuah gunung yang penting. Apabila ditelusuri menurut kitab Tantu Pagelaran, pada awalnya Gunung Semeru berlokasi di India yang bernama Gunung Meru yang selanjutnya dipindahkan ke pulau Jawa.

Dulunya, pulau Jawa dikisahkan sebagai pulau yang terombang-ambing di tengah-tengah lautan. Nah, karena melihat keadaan pulau Jawa ini para dewa merasa perlu melakukan sesuatu hal. Oleh sebab itu, akhirnya para dewa memutuskan untuk memindahkan Gunung Meru ini lalu menjadikannya sebagai paku atau pasak supaya pulau Jawa tak terguncang.

Dalam upayanya untuk memindahkan gunung ini, Dewa Shiwa menjelma sebagai kura-kura berbadan raksasa yang memikul Gunung Meru. Kemudian kura-kura ini berenang ke pulau Jawa. Sedangkan Dewa Brahma menjelma sebagai ular. Nah, ular ini memilitkan tubuhnya ke gunung serta punggung kura-kura.

Saat sampai pada ujung barat pulau, dua dewa tersebut meletakkan gunung Meru disana. Akan tetapi, hal itu menjadikan ujung timur dari pulau menjadi terangkat oleh karena beban yang lebih berat di bagian barat. Karena hal ini, akhirnya gunung Meru dipindahkan lagi ke ujung timur.

Ketika dipindahkan, tercecerlah serpihan gunung di sepanjang perjalanannya sehingga terjadilah jajaran gunung ke timur pulau Jawa dari barat hingga saat ini. Usai hal ini dilakukan ternyata pulau Jawa masih juga tidak sejajar. Oleh sebab itu, diputuskanlah untuk memotong separo gunung Meru untuk diletakkan pada bagian barat laut pulau Jawa. Potongan tersebut lalu dipercaya sebagai Gunung Pananggungan.

Terlepas dari legenda ini, kini wisata alam Gunung Semeru dapat dinikmati dan terhambar indah sebagai wisata Jawa Timur yang patut dibanggakan. Sensasi wisata alam Gunung Semeru akan menghibur pengunjung baik hanya untuk sekedar menikmati maupun mencoba tantangan pendakian.

Leave a Comment