5 Upacara Di Bromo Yang Menarik Untuk Diikuti
5 Upacara Di Bromo - Bromo, salah satu tujuan wisata terkenal di Indonesia, tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan tetapi juga dengan warisan budayanya yang kaya. Salah satu aspek budaya yang menarik perhatian wisatawan adalah berbagai upacara tradisional yang dilaksanakan di kawasan ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima upacara di Bromo yang patut untuk disaksikan oleh para pelancong.
1. Upacara Kasada, 5 Upacar Di Bromo
Salah satu upacara paling terkenal di Bromo adalah Upacara Kasada. Biasanya dilaksanakan pada bulan purnama tepatnya Setiap Bulan Kasada pada tanggal 14 dalam kalender tradisional Hindu Tengger, masyarakat Tengger menyelenggarakan upacara persembahan atau sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan leluhur mereka juga , upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Tengger kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Selama upacara, masyarakat Tengger melemparkan buah-buahan, sayuran, dan hewan kurban ke kawah Bromo sebagai bentuk penghormatan dan harapan akan keselamatan dan kesejahteraan.
2. Upacara Unan-unan: Pemujaan Gunung Bromo
Upacara Unan-unan adalah bentuk pemujaan kepada Gunung Bromo. Masyarakat Tengger percaya bahwa Gunung Bromo adalah tempat tinggal dewa dan roh leluhur mereka. Pada upacara ini, mereka menyajikan sesaji dan melakukan ritual-ritual khusus sebagai bentuk penghormatan dan permohonan restu.
Tujuan utama dalam upacara ini yakni adalah cara bagi masyarakat Tengger untuk berbicara dengan kekuatan gaib yang bisa merusak keseimbangan alam dan kehidupan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Tengger sangat memperhatikan lingkungan, baik secara fisik maupun pikiran.
3. Upacara Karo: Merayakan Kehidupan dan Kesuburan
Upacara Karo adalah perayaan kehidupan dan kesuburan. Dilaksanakan dengan penuh kegembiraan, masyarakat Tengger berkumpul untuk melakukan tarian dan musik tradisional sebagai ungkapan kebahagiaan. Selain itu, upacara ini juga melibatkan pemberian sesaji kepada Gunung Bromo sebagai bentuk rasa syukur atas kesuburan tanah.
Hari Raya Karo atau Yadnya Karo dilakukan perayaan kedua setelah Yadnya Kasada, terjadi pada bulan kedua dalam kalender Suku Tengger. Perayaan ini diikuti oleh tiga desa, yaitu Desa Jetak, Wonotoro, dan Ngadisari.
4. Entas-entas: Menghormati Luhur Gunung
Upacara Entas-entas adalah bentuk penghormatan kepada luhur Gunung Bromo. Masyarakat Tengger meyakini bahwa dengan melakukan upacara ini, mereka akan mendapatkan perlindungan dari Gunung Bromo. Ritual ini melibatkan prosesi ziarah dan penyiraman air suci ke sekitar kawah Bromo.
Seperti tradisi "entas entas" di Desa Sukoharjo Pacitan, upacara adat ini adalah kebiasaan warga setempat yang diadakan setelah panen besar. Entas entas adalah tradisi di mana petani dengan sukarela mengumpulkan sebagian hasil panen, yaitu gabah, sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas di antara mereka.
5. Tugel Kuncung: Menyambut Musim Tanam
Upacara Tugel Kuncung merupakan perayaan menyambut musim tanam baru. Masyarakat Tengger berkumpul untuk merayakan kesuburan tanah dan memohon agar panen mereka melimpah. Upacara ini diwarnai dengan tarian dan nyanyian tradisional yang mencerminkan kegembiraan masyarakat Tengger.
Bromo bukan hanya destinasi wisata alam yang menakjubkan tetapi juga rumah bagi beragam upacara tradisional yang sarat makna. Mengunjungi Bromo selama pelaksanaan salah satu dari lima upacara ini adalah cara yang unik untuk merasakan kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Tengger. Dengan menyaksikan dan menghormati upacara-upacara ini, para pelancong tidak hanya akan mendapatkan pengalaman yang berkesan tetapi juga ikut merasakan keharmonisan antara manusia dan alam di Bromo. Selamat menikmati keindahan dan keunikan upacara di Bromo!