Desa Wisata Waerebo, Desa Di Atas Awan
Desa Wisata waerebo- Apa kalian pernah mendengar tentang desa Waerebo yang berada di kawasan Labuan Bajo?
Dari sekian banyaknya wisata yang ada di Labuan Bajo, ada satu desa yang di jadikan sebuah destinasi wisata yaitu desa Waerebo, desa dengan keunikan budaya yang menarik untuk di pelajari apalagi letak desa waerebo sendiri berada di salah satu pulau yang ada di kawasan wisata Labuan Bajo.
Dengan keunikan desa waerebo serta tempat strategis di kawasan wisata Labuan Bajo, menjadikan desa waerebo sebagai objek wisata wajib yang harus kalian kunjungi saat berlibur ke Labuan Bajo.
Daya Tarik Desa Wisata Waerebo
Desa Waerebo sendiri terletak di salah satu pulau yang ada di Labuan Bajo yaitu Pulau flores, Nuasa Tenggara Timur, Kabupaten Manggarai.
Desa Waerebo adalah desa kecil dengan budaya dan adat yang terjaga, desa Waerebo berada di ketinggian 1.100 mdpl di pulau flores, karena desa waerebo termasuk daerah dataran tinggi jadi kalian akan menemukan berbagai pemandangan yang memukau.
Daya tarik utama desa waerebo adalah adnya 7 rumah adat bernama mbaru niang yang berbentuk kerucut yang memiliki 5 tingkat dengan kegunaan yang berbeda- beda, tingkat pertama di gunakan untuk tempat tinggal, tingkat ke dua di gunakan untuk penyimpanan makanan, tingkat ke tiga di gunakan untuk menyimpan bibit yang akan di tanam musim depan, tingkat keempat di gunakan untuk menyimpan makanan saat kekeringan, dan yang terkahir tingkat kelima di gunakan untuk beribadah.
Desa waerebo sudah berdiri selama 100 tahun dan sudah turun temurun di lestarikan generasi ke genarasi yang totalnya sudah ada 18 generasi dengan total penduduk waerebo adalah 1200 jiwa.
Pada tahun 2012 desa wisata waerebo merneima Top Award of Excellence dari UNESCO dalam UNESCO Asia Pacific Heritage Awards 2012, dan sampai sekarang desa wisata waerebo di kembangkan dengan baik bersama Indonesia Ecotourism Network.
Menuju Desa Wisata Waerebo
Jika teman teman ingin mengunjungi desa waerebo, pertama tama kalian harus menuju ke Ruteng terlebih dahulu dengan menggunakan jalur udara, setelah sampai di Ruteng, kalian perlu menuju desa Denge yang merupakan desa terakir sebelum menuju ke desa waerebo.
Kalian bisa menggunakan ojek menuju ke desa denge dari ruteng akan tetapi, biasanya harga yang di tawarkan mulai dari Rp 150.000 sampai Rp 200.000 tergantung harga BBM dengan waktu tempuh yaitu 2 jam perjalanan biasanya beroprasi dari jam 09.00 sampai denga jam 10.00
jika kalian ingin lebih hemat, kalian bisa menggunakan truk kayu akan tetapi, tidak bisa di pastikan jadwal truk kayu, harga yang di bandrol hanya Rp 30.000 per orang.
Dari desa denge yang merupakan desa terakir sebelum menuju desa waerebo, kalian perlu mendaki untuk menuju ke waerebo sekitar 4 jam waktu pendakian, yah walau pendakian akan terasa berat karena medan yang menanjak akan tetapi, jika sambil menikmati suasana alam pegunungan dan hutan todo saat perjalanan akan mengobati rasa penatmu.
Di perjalanan menuju ke waerebo kalian akan menemukan berbagai satwa dan burung yang berkicau merdu, serta jika beruntuk kalian akan menemukan angreek yang bermacam macam jensi serta bunga pakis yang indah.
Perlu diingat bahwa akses listrik di desa waerebo sangat di batasi hanya ada saat sore menjelang malam hari saja serta tidak ada sinyal sama sekali.
Untuk menginap di desa waerebo, kalian bisa menumpang di salah satu rumah warga karena tidak ada home stay sama sekali di desa waerebo.
kalian bisa menikuti open trip Labuan Bajo dari jelajahnesia yang ada di bawah ini jika ingin liburan mu menelusuri Labuan Bajo nggak ribet.