fbpx

Seblang Bakungan Suku Osing, Ritual Penolak Bala’

Seblang Bakungan Suku Osing

Seblang Bakungan Suku Osing - Di tengah pesatnya modernisasi, masyarakat suku Osing di Banyuwangi, Jawa Timur, tetap melestarikan tradisi-tradisi kuno yang sarat akan makna dan mistis. Salah satu tradisi yang masih bertahan dan menjadi daya tarik bagi wisatawan adalah ritual Seblang Bakungan. Diselenggarakan di Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, ritual ini merupakan bentuk penghormatan terhadap leluhur serta upaya menjaga keselamatan desa dari segala bahaya

Apa Itu Seblang Bakungan Suku Osing

Ritual Seblang Bakungan digelar setiap awal bulan Haji (Dzulhijah) dan berlangsung semalam penuh. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun selama ratusan tahun. Pada tahun 2023, ritual ini diadakan pada Minggu malam, 9 Juli, dan seperti biasa, ribuan warga berkumpul untuk menyaksikan keajaiban mistis yang ditawarkan oleh ritual ini.

Seblang Bakungan adalah tarian magis yang dibawakan oleh seorang wanita yang telah memasuki masa menopause. Penari dipilih melalui mediasi leluhur dan biasanya menari dalam keadaan tidak sadar (trance). Selama tarian yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga tengah malam, sang penari akan bergerak mengelilingi pemain gamelan dengan mata tertutup, di bawah payung agung yang menyimbolkan perlindungan dari para leluhur.

Prosesi Seblang Bakungan

Ketika gamelan mengalunkan gending Seblang Lakento, penari yang disebut Seblang, dalam hal ini mbah Isah, memulai gerakannya dengan langkah gontai. Ia mengenakan mahkota bunga dan rambut lawon (kain mori) yang membuat penampilannya semakin magis. Diiringi syair-syair kuno dan mantra sakral, suasana malam menjadi penuh dengan aura mistis. Cahaya lampu redup dan aroma kemenyan yang menyengat menambah kekhidmatan suasana, seolah mengundang semua makhluk untuk tunduk dan berdoa.

Masyarakat Osing di Bakungan mempercayai keberadaan roh leluhur atau "Danyang" yang menjaga kampung mereka. Ritual Seblang adalah cara mereka untuk menghormati dan menyambut roh-roh tersebut. Mantra Seblang Lakento dipercaya mampu memanggil roh halus untuk masuk ke dalam tubuh penari, memberikan perlindungan dan berkah bagi desa. Menurut Aekanu Hariyono, seorang budayawan Osing, mantra ini mengandung doa-doa sakral yang memiliki kekuatan gaib.

Ritual ini tidak hanya menarik bagi warga setempat, tetapi juga bagi wisatawan yang ingin merasakan keunikan budaya Banyuwangi. Para wisatawan datang untuk menyaksikan penari Seblang yang berada dalam kondisi trance, menari di atas panggung bundar diiringi musik gamelan. Gerakan penari yang ritmis dan penuh makna, ditambah dengan pakaian tradisional yang dikenakan, memberikan pengalaman yang luar biasa bagi para penonton.

Penampilan mbah Isah yang penuh kharisma, dengan mata terpejam dan keris di tangan, mengundang kekaguman. Gerakannya mengelilingi arena ritual dengan langkah yang mantap, diikuti oleh sesepuh adat, menciptakan suasana yang sangat magis. Para penonton juga berkesempatan untuk membeli bunga yang dibawa oleh penari Seblang. Bunga-bunga ini melambangkan darma, keikhlasan, kebersamaan, dan kesetiaan yang tulus, serta diyakini dapat mewujudkan doa dan harapan.

Ritual Seblang Bakungan di Banyuwangi adalah warisan budaya yang mempesona dan kaya akan makna spiritual. Tradisi ini tidak hanya mempertahankan hubungan masyarakat Osing dengan leluhur mereka tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan keikhlasan dalam komunitas. Bagi wisatawan, ritual ini menawarkan pandangan mendalam tentang kepercayaan dan budaya yang unik dari masyarakat Osing. Dengan segala keajaiban mistis dan atmosfer yang magis, Seblang Bakungan adalah sebuah perayaan budaya yang tidak boleh dilewatkan.